GUNUNGSARI, LOMBOK BARAT – Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menyadari hal itu, MA Al-Aziziyah Putri Kapek, Gunungsari, Lombok Barat, menggelar kegiatan pembelajaran bertema Koding dan Kecerdasan Buatan (AI) bagi para siswinya. Kegiatan ini menjadi langkah berani madrasah dalam memperkenalkan teknologi masa depan kepada generasi muda, bahkan dari pelosok desa.
Kegiatan yang berlangsung pada [tanggal] ini diikuti oleh puluhan siswi dengan penuh antusias. Mereka diajak memahami dasar-dasar pemrograman (coding) serta pengenalan konsep kecerdasan buatan yang kini semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara berpikir logis, menyusun algoritma sederhana, hingga mengenal bagaimana AI bekerja dalam aplikasi sehari-hari seperti chatbot, rekomendasi konten, dan pengenalan wajah.
Belajar Koding, Membangun Logika
Dalam sesi koding, para siswi diperkenalkan dengan bahasa pemrograman dasar yang ramah pemula. Mereka diajak membuat proyek sederhana, seperti membuat tampilan website mini, animasi dasar, hingga permainan kecil. Meski baru pertama kali mencoba, banyak siswi yang menunjukkan rasa penasaran dan semangat tinggi.
"Seru, ternyata bikin program itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kita cuma perlu teliti dan sabar," ujar salah satu siswi dengan mata berbinar.
Para guru pembimbing menekankan bahwa belajar koding bukan hanya soal menulis baris perintah, tetapi juga melatih kemampuan berpikir sistematis, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di era digital, apa pun profesi yang nantinya digeluti para siswi.
Mengenal AI, Teknologi Masa Depan
Selain koding, para siswi juga diajak mengenal lebih dekat tentang kecerdasan buatan atau AI. Narasumber menjelaskan bagaimana AI dapat membantu manusia dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bisnis. Namun, mereka juga diajak memahami sisi etika dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
"AI itu bukan untuk menggantikan manusia, tapi untuk membantu manusia. Yang penting kita tahu cara menggunakannya dengan bijak," jelas narasumber.
Para siswi tampak kagum ketika melihat demonstrasi bagaimana AI dapat menjawab pertanyaan, membuat gambar, atau membantu menyelesaikan tugas. Beberapa dari mereka bahkan mulai berangan-angan ingin menjadi programmer atau pengembang teknologi di masa depan.
Madrasah Pinggiran, Semangat Digital
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MA Al-Aziziyah Putri Kapek tidak ingin tertinggal di era digital. Meski berlokasi di Gunungsari, jauh dari keramaian kota, semangat untuk belajar teknologi tetap berkobar. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Kami ingin siswi kami tidak hanya pintar mengaji dan berakhlak mulia, tapi juga melek teknologi. Dunia berubah, dan mereka harus siap," tegas kepala madrasah.
Ke depan, madrasah berencana menjadikan koding dan AI sebagai bagian dari program ekstrakurikuler atau bahkan mata pelajaran pilihan. Diharapkan, semakin banyak siswi yang tertarik mendalami bidang teknologi dan mampu bersaing di kancah nasional maupun global.
Penutup
Dari Kapek, semangat belajar koding dan AI telah dinyalakan. Madrasah pinggiran bukan berarti tertinggal. Justru dari tempat yang sederhana, lahir generasi yang siap menyongsong masa depan digital dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak.
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan